Berita Terkini

Mampukah Perempuan Berpolitik

Oleh: Sabila Rahmatami    Kota Madiun Kamis, 5 Oktober 2023 pukul 10.00 WIB on air melalui RRI Madiun dalam Indonesia Bisa Gerakan Cerdas Memilih dengan tema Mampukah Perempuan Berpolitik yang disampaikan oleh 3 narasumber yaitu Pita Anjarsari selaku Divisi Hukum dan Pengawasan KPU Kota Madiun, Izza Kustiarti selaku Divisi Rendatin KPU Kota Madiun, dan Juni Nurul Imawati selaku Kasubbag Keuangan, Umum dan Logistik KPU Kota Madiun, serta dipandu oleh Iik Kayati penyiar RRI Madiun.    Pita anjarsari mengatakan bahwa ”perempuan memiliki faktor eksternal yang harus mendukung mampukah seorang perempuan terlibat dalam politik maupun dalam penyelenggaraan pemilu karena dalam berpolitik perempuan dinilai miring, under estimate, dan tidak percaya dengan kemampuan perempuan itulah yang harus dikikis oleh perempuan dengan cara membuktikan untuk mampu wanita berkancah di politik, yang kedua jika perempuan membuktikan bahwa mampu maka lingkungan sekitar juga harus mendukung untuk memberi kesempatan dan menghilangkan budaya patriarki agar perempuan dapat menunjukkan bahwa perempuan juga mampu dalam dunia politik maupun penyelenggara pemilu”.    Sebenarnya dalam politik perempuan sudah mampu dan sudah melakukan sebuah politik, seperti yang dikatakan Izza Kustiarti bahwa contoh politik-politik kecil seperti ibu yang sedang belanja kepasar dengan melakukan negosiasi harga. Bernegosiasi dengan lawan itu juga termasuk dalam berpolitik. ”secara miniatur saja perempuan itu mampu berpolitik dimana mereka pengendali-pengendali ekonomi baik di lingkungan rumah, RT, RW, Lurah maupun pejabat-pejabat mereka mampu mengendalikan terutama bagaimana kebijakannya, yang intinya perempuan itu mampu dalam berpolitik” ujar izza kustiarti.    Dari segi pendidikan maupun pekerjaan, Juni Nurul Imawati menjelaskan bahwa perempuan juga mampu dalam berpolitik. ”dari segi pekerjaan, khususnya bekerja di lingkungan penyelenggara Pemilu, banyak wanita-wanita tangguh yang bekerja di KPU Kota Madiun dimana harus dapat membagi waktunya dengan mengurus keluarga dan pekerjaan. Pada masa tahapan juga bertanggung jawab secara penuh pada pekerjaan, seperti misalnya ada kegiatan yang jadwalnya selesai pukul 23.59 ya kami para ibu-ibu menyelesaikan tugas pekerjaan seperti jadwal tersebut, akan tetapi tidak melupakan kodratnya sebagai Ibu Rumah Tangga jadi harus pintar-pintar membagi waktu untuk keluarga dan untuk karir yang dipilih” ujar Juni Nurul Imawati.    Dalam keterwakilan perempuan pada pencalonan ini hanya 30% karena terdapat pada peraturan perundang-undangan yang mengatur, dimana perjalanan untuk memunculkan peraturan keterwakilan perempuan minimal 30% di undang-undang ini tidak mudah dan panjang. Pita Anjarsari juga berpesan untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan 30% yang diberikan. Karena saat ini pencalonan sudah di tahap DCT tinggal menunggu pengumumannya dan di Kota Madiun sudah memenuhi keterwakilan perempuan minimal 30%. ”mengenai keterwakilan perempuan, dalam politik tidak hanya tahap pencalonan saja untuk perempuan-perempuan masih dapat berpartisipasi dalam penyelenggara pemilu, maupun pengamat pemilu. Jadi masih dapat berpartisipasi dan bisa menunjukkan bahwa kita juga mampu” ujar Pita Anjarsari. Dalam Daftar Pemilih Tetap juga perempuan jumlahnya lebih dari 50% dari Laki-laki, dimana perempuan masih bisa menyumbangkan suara pilihnya dan menjadi pemilih yang cerdas. Pendidikan pemilih bagi perempuan juga sangat perlu untuk para wanita. Pendidikan pemilih untuk perempuan ini juga dapat disampaikan pada organisasi perempuan, kumpulan wanita pada tingkat terendah di RT, RW, dan lain-lain.     Diakhir siaran Pita Anjarsari, Izza Kustiarti, dan Juni Nurul Imawati juga berpesan untuk para organisasi wanita untuk melaksanakan pendidikan politik untuk anggota-anggotanya, dimana pada materinya ditambahkan untuk mendorong, memberikan wawasan lebih dalam politik maupun penyelenggaraan pemilu, memberikan akses seluas-luasnya kepada anggotanya untuk terlibat dalam politik maupun penyelenggaraan pemilu.

Pemilu 2024 Semakin Dekat

Oleh Yanuarius Anggi Madiun, 04 Oktober 2023 KPU Kota Madiun mendapat undang dari LPPL Radio Suara Madiun 93.0 FM untuk menjadi Narasumber Spektrum yakni, S. Wisnu Wardhana selaku Ketua KPU Kota Madiun dan Suprapto selaku Sekretaris KPU Kota Madiun dengan tema “Pemilu 2024 Semakin Dekat”.    Tahapan Pemilu 2024 sudah berjalan, KPU Kota Madiun baru ini melakukan kegiatan Pencermatan Daftar Calon Tetap (DCT) dimana Partai Politik diberikan kesempatan untuk memperbaiki Bakal Calon Anggota Legislatif. Ada beberapa Partai Politik yang melakukan perubahan, seperti pergantian calon dan pindah dapil, itupun harus dengan Persetujuan dari Ketua Partai Politik tingkat DPC maupun DPP, terdapat 338 Daftar Calon Anggota Legislatif diKota Madiun yang berasal dari 18 Partai Politik yang sudah masuk dalam Pencermatan DCT ini dan hasil dari Daftar Calon Tetap (DCT) akan diumumkan pada tanggal 04 November 2023.     Seperti sebelumnya KPU Kota Madiun menggelar Kirab Pemilu Tahun 2024 selama 8 hari di Kota Madiun, sampai dengan saat ini KPU Kota Madiun gencar melakukan Sosialisasi Pendidikan Pemilih di Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, dan Peguruan tinggi untuk memberikan materi dan pengetahuan tentang Pemilu bagi Pemilih Pemula dan Pemilih Muda. Sebagaimana contoh SMKN 1 Madiun melakukan Pemilihan Ketua OSIS (PILKETOS) melalui E-voting, hal ini menunjukan peningkatan IT dikota Madiun sangatlah luar biasa, bahkan sudah masuk didunia pendidikan.    Terkait dengan logistik seperti kotak suara, bilik suara, segel, tinta itu pengadaannya di tingkat KPU Provinsi dan untuk KPU Kab/Kota segelnya menggunakan “kabel tis”. Untuk Gudang Logistik KPU Kota Madiun memilih Gudang Asrama Haji untuk menjadi tempat penyimpanan, dikarenakan pendistribusian ke 584 TPS yang ada di Kota Madiun, sesuai dengan moto 5T yaitu Tepat Jenis, Tepat Jumlah, Tepat Kualitas, Tepat Waktu, dan Tepat Sasaran.    Ada 5 jenis surat suara, yaitu : PILPRES, DPR, DPD, DPRD PROVINSI, dan DPRD KAB/KOTA. Dimana masyarakat juga turut antusias untuk ikut berpartisipasi dalam melipat, menyortir, dan packing surat suara digudang logistik sesuai regulasi yang ada. Serta melibatkan anak muda yang paham IT untuk ikut berpartisipasi dalam KPPS yang beranggotakan 7 orang untuk mensukseskan Pemilu Tahun 2024.

Satu Langkah Menuju DCT

Oleh Prita Liana    kota-madiun.kpu.go.id Rabu, 4 Oktober 2023 – KPU Kota Madiun berkesempatan menjadi narasumber di siaran RRI Madiun Indonesia Bisa dengan tema Pencermatan Menuju DCT. Narasumber dari KPU Kota Madiun yaitu Herdi Wijanarko selaku Divisi Teknis Penyelenggaraan, Dwi Arifianto selaku Kasubbag Tekmas serta Prita Liana operator Silon. Di Bulan Oktober ini tinggal satu langkah lagi Daftar Calon Tetap (DCT) untuk Pemilu Anggota DPRD Kota Madiun di tahun 2024 akan ditetapkan.    Indonesia Bisa merupakan program rutin kerjasama RRI Madiun dengan KPU Kota Madiun dalam gerakan cerdas memilih yang memberikan update informasi kepemiluan kepada masyarakat. Update diberikan melalui siaran radio dan live streaming youtube RRI Madiun dan KPU Kota Madiun setiap hari Rabu dan Kamis mulai pukul 10.00 s.d 11.00 WIB.    Sesuai tema, kali ini membahas tentang pencermatan menuju DCT. Tahapan kali ini adalah pengajuan atas pencermatan DCT oleh partai politik mulai tanggal 24 September s.d 3 Oktober 2023 dan ternyata diperpanjang menjadi tanggal 6 Oktober 2023 pukul 23.59 WIB. “Dalam pengajuan ini, ada 10 partai politik yang tidak melakukan perubahan, sisanya terdapat geser dapil, nomor urut bahkan mengganti dengan calon yang baru”, kata Herdi membuka siaran. “Dan nanti di tanggal 3 November, akan ditetapkan DCT dan kemudian diumumkan di tanggal 4 November”, pungkas Herdi.    Dalam siaran ternyata banyak dari warga Kota Madiun memberikan pertanyaan dan dukungan pada tahapan DCT ini, hal ini membuktikan warga Kota Madiun berpartisipasi aktif dalam semua kegiatan Pemilu. Dan semoga hal ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan partisipasi masyarakat pada Pemilu 2024.

Peran E-voting dalam Pilketos SMKN 1 Madiun

Oleh Yanuarius Anggi   Madiun, 02 Oktober 2023 SMKN 1 Madiun mengadakan pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS (PILKETOS). Seperti KPU selaku penyelenggara pemilihan umum Presiden dan Wakil Presiden yang akan dilaksanakan 14 Februari 2023 mendatang. Tetapi kali ini metode yang digunakan dalam pemilihan tersebut berbeda dengan yang sebelumnya, kali ini pihak internal sekolah menggunakan link aplikasi pemilihan dengan metode elektronik atau E-voting.   Suyono, selaku Kepala Sekolah SMKN 1 Madiun membenarkan Bahwa pemilihan kali ini menggunakan metode E-voting dengan menggunakan aplikasi, serta didampingi oleh pihak KPU kota Madiun. Hal ini terkait untuk kepentingan internal sekolah yang hasilnya adalah untuk menentukan perolehan suara tiap pasangan ketua dan wakil ketua OSIS yang berkompetisi.   Cara memakai E-voting sangatlah mudah dengan menggunakan jaringan internet atau paket data dengan media smartphone, kita tinggal memilih aplikasi E-voting yang dibuat oleh internal SMKN 1 Madiun, lalu memasukkan NISN dan tanggal lahir siswa yang hanya bisa digunakan satu kali sebagai proteksi. Ini sangat efektif dan efisien untuk melakukan pemungutan suara secara online dengan batas waktu sampai pukul 10.00 wib.   Dihadapan 1200 siswa yang hadir, terdiri dari 1080 orang pria dan 120 orang wanita. Turut hadir juga perwakilan dari KPU Kota Madiun sebagai narasumber yakni S. Wisnu Wardhana selaku Ketua KPU kota Madiun, Dwi Arifianto selaku Kasubag Teknik Penyelenggaraan KPU Kota Madiun.   Dalam kegiatan ini juga ditanamkan “Asas Pemilu” terkait Pilketos yang telah dilaksanakan, yang didalamnya terkandung “LUBER JURDIL”. S. Wisnu Wardhana menyampaikan apresiasinya kepada pihak SMKN 1 Madiun dalam inovasi pemilihan Ketua dan Wakil Ketua OSIS tahun ini.

Deg-Deg an Saat Pemilihan Ketua dan Wakil OSIS serta Ketua dan Wakil MPK SMPN 9 Madiun

Oleh: Sabila Rahmatami   Senin, 02 Oktober 2023 Pemilihan Ketua dan Wakil OSIS serta Ketua dan Wakil MPK di SMPN 9 Madiun kedatangan KPU Kota Madiun untuk melaksanakan monitoring kegiatan tersebut. Kegiatan ini dihadiri oleh Rokhani Hidayat selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia KPU Kota Madiun, serta sekretariat KPU Kota Madiun.   Pada kesempatan kali ini banyak siswa-siswi yang antusias salah satunya Putra dari kelas 7C yang berusia 13 Tahun “sebelumnya belum pernah melakukan kegiatan pencoblosan, rasanya deg degan dan bingung untuk memilih calonnya. Tapi saya berharap nantinya calon yang terpilih akan menjadikan sekolah yang lebih maju lagi” ujar Putra. Tidak hanya Putra sebagai pemilih yang diwawancarai, juga ada panitia serta guru dari SMPN 9 Madiun dan tidak lupa juga ada calon ketua OSIS SMPN 9 Madiun.   “menjadi calon seorang Ketua OSIS merupakan tanggung jawab yang besar bagi saya maka dari itu saya memiliki rasa takut, akan tetapi saya bangga menjadi calon ketua OSIS. Mewujudkan osis yang beriman, berkarakter, bekerjasama dengan baik, berpedoman kepada Pancasila, serta mendorong kemajuan teknologi dalam berpendidikan itulah visi saya” ujar Rizqya Syahro Calon Ketua OSIS dari Kelas 8E. Kegiatan ini juga berpengaruh baik untuk Panitia Pemilihan Ketua dan Wakil OSIS serta Ketua dan Wakil MPK, “saya merasa senang menjadi panitia pemilihan ini, walaupun terkadang susah banget untuk mengatur ini itu karena baru pertama kalinya tapi bisa menjadi pengalaman baru bagi saya” Sinta dari kelas 8E sebagai Panitia Pemilihan tersebut.   Bagi seorang Guru kegiatan ini juga sangat penting dilaksanakan walaupun masih pada tingkat SMP. “pada kegiatan Ketua dan Wakil OSIS serta Ketua dan Wakil MPK di SMPN 9 Madiun  sebenernya tidak ada kendala yang begitu besar, tapi karena kemarin persiapan waktunya yang mepet jadi kurangnya koordinasi dengan siswa-siswi yang menjadi panitia, panitia ini sendiri terdiri dari seluruh anggota OSIS kelas 8. Kegiatan ini sangat penting dilaksanakan agar para siswa-siswi dapat belajar bagaimana menjadi pemilih yang baik dan benar, maupun penyelenggara pemilu yang benar itu bagaimana, KPU Kota Madiun juga sangat berperan dalam kegiatan ini mulai dari memfasilitasi bilik suara, kotak suara, dan perlengkapan pemilu lainnya serta sosialisasi tentang kepemiluan kepada siswa-siswi kami agar menjadi pemilih yang cerdas tidak golput” ujar Debi Guru IPA SMPN 9 Madiun.

Monitoring Pemilos di SMPN 9 Madiun

Oleh: Sabila Rahmatami   Senin, 02 Oktober 2023 KPU Kota Madiun melaksanakan monitoring Pemilihan Ketua dan Wakil Osis serta Ketua dan Wakil MPK di SMPN 9 Madiun. Acara dimulai pada pukul 07.30 yang awali dengan pengarahan Kepala Sekolah serta Komisioner KPU Kota Madiun Rokhani Hidayat selaku Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat dan Sumber Daya Manusia.   Pemilihan Ketua dan Wakil Osis serta Ketua dan Wakil MPK kembali digelar secara tatap muka di SMPN 9 Madiun setelah sebelumnya secara online. Para siswa dan siswi SMPN 9 Madiun sangat antusias dalam pemilos tersebut. Rokhani Hidayat berpesan agar para siswa dan siswi menggunakan hak pilihnya dalam Pemilihan Ketua dan Wakil Osis serta Ketua dan Wakil MPK ini. “Pada kesempatan pemilihan ini jangan sampai ada siswa maupun siswi yang golput, gunakan hak pilih kalian sebaik mungkin. Kegiatan ini dapat menjadi pembelajaran maupun pengalaman kalian dalam melaksanakan pemilihan umum nantinya” ujar Rokhani Hidayat.   Para siswa siswi berbaris sesuai dengan kelas masing-masing untuk melaksanakan pencoblosan. Dengan adanya kegiatan pemilihan Osis dan MPK yang baik dan benar nantinya para siswa-siswi menjadi pemilih yang cerdas. Kegiatan pemilihan ini berlangsung dengan lancar dan dilanjutkan dengan rekapitulasi penghitungan suara oleh panitia dan guru di SMPN 9 Madiun.