#TemanPemilih Madiun – Organisasi-organisasi wanita di Kota Madiun telah menunjukkan peran yang sangat aktif dan vital dalam menyukseskan kontestasi politik, baik pada Pemilu maupun persiapan Pilkada 2024. Peran mereka tidak hanya sebatas menjadi objek sosialisasi, melainkan subjek aktif dalam pengawasan partisipatif, pendidikan politik, dan memastikan terpenuhinya kuota keterwakilan perempuan.
KPU Kota Madiun juga telah lama menyasar segmen pemilih perempuan melalui berbagai kegiatan sosialisasi dan pendidikan pemilih. Organisasi wanita menjadi mitra utama dalam mendiseminasikan informasi kepemiluan, dari cara mencoblos yang benar hingga pentingnya menolak politik uang.
Melalui forum-forum ini, perempuan didorong untuk tidak hanya menjadi pemilih pasif, tetapi juga komunikator politik yang dapat mempengaruhi pemilih lain dan pejabat pembuat kebijakan.
Di ranah representasi, peran organisasi wanita dalam mendorong partai politik untuk memenuhi kuota 30% calon legislatif perempuan membuahkan hasil positif dalam dokumen pencalonan Pemilu 2024. Rata-rata partai politik di Kota Madiun telah memenuhi kriteria dan regulasi terkait keterwakilan perempuan.
Secara ringkas, organisasi wanita di Kota Madiun merupakan mitra strategis penyelenggara pemilu (KPU dan Bawaslu) dalam menciptakan ekosistem demokrasi yang inklusif, transparan, dan partisipatif, baik sebagai pemilih cerdas maupun sebagai agen pengawas di lapangan.
Ikuti disuksi lengkapnya di channel YouTube KPU Kota Madiun dengan tema Peran Organisasi Wanita dalam Pemilu pada link: https://www.youtube.com/watch?v=HiP7zrvBU5s&t=21s bersama Pimpinan Nasyiatul Aisyiyah Kota Madiun, Ika Happy Azizah dan Wakil Pimpinan Cabang Fatayat NU Kota Madiun, Yulianti Karyaningrum.
#KotaMadiun
#KPUMelayani
#KPUKotaMadiun
@kpu_ri
@kpu_jatim